Selasa, 28 April 2009

Saringan (Penjernih) Air Tradisional

Air merupakan sumber kehidupan dan merupakan kebutuhan sehari-hari kita. sering kita mengalami masalah dengan air di rumah kita. Bila air cuma sedikit keruh atau tidak terlalu jernih masih dapat diatasi dengan menggunakan cara penyimpanan air untuk mendapatkan air bersih atau dengan menggunakan saringan kain katun atau metode penyaringan air sederhana lainnya. Tapi bila air di rumah anda keruh, kotor atau berbau maka kita terpaksa harus menambahkan atau menggunakan bahan kimia campuran pada air seperti “AGS” dan tawas ataupun dengan menggunakan bahan alami seperti biji kelor. Walaupun penggunaannya bahan kimia campuran tersebut cukup mudah, tetapi juga memiliki keterbatasan. Untuk penggunaan AGS, semakin parah air yang ada maka semakin lama waktu yang dibutuhkan untuk mengendapkan kotoran. Tawas dapat menggerus dinding sumur, sedangkan biji kelor susah dicari.

Selain dengan menambahkan bahan campuran pada air, sebenarnya kita juga dapat mengatasinya dengan membuat saringan air sederhana. Walaupun sederhana, saringan dimaksud harus efektif untuk mengatasi masalah bau dan warna yang ada pada air sumber atau air dari sumur yang kita miliki. Salah satu kelebihan dari penggunaan saringan air ini adalah kita tidak menggunakan bahan kimia seperti AGS ataupun tawas.

Selama air tersebut tidak mengandung limbah kimia berbahaya, kita masih dapat mengatasinya dengan menggunakan saringan / penjernih air yang banyak dijual di pinggir-pinggir jalan atau pun menggunakan saringan air bermerk seperti halnya yang dipakai oleh depo pengisian air minum isi ulang atau mungkin dengan membuat sendiri saringan air tradisional yang sederhana, baik dari cara pembuatannya maupun alat atau bahan-bahannya.

Untuk pembuat saringan air tradisional dibutuhkan bahan-bahan seperti ijuk, arang batok kelapa, pasir, kerikil dan batu-batuan berukuran kecil. Adapun cara pembuatan saringan ini cukup mudah. Pertama-tama tentukanlah tempat / wadah / penampung untuk saringan yang akan dibuat. Wadah yang digunakan dapat berupa tong / drum bekas, ember plastik/karet, ember bekas cat tembok, beberapa kaleng atau botol plastik bekas yang disambung menjadi satu. Syarat utama dari wadah saringan ini adalah memiliki ketinggian yang cukup untuk menampung bahan-bahan saringan yang akan kita pakai (ijuk, arang, pasir, dsb). Berikutnya isikan lapisan saringan berturut-turut lapisan pasir, ijuk, arang aktif, pasir, kerikil dan batu. Untuk lebih lengkapnya lihat gambar/skema saringan air tradisional di bawah ini.

Skema saringan air tradisional (sederhana)

Ukuran lapisan saringan anda dapat sesuaikan dengan masalah yang anda hadapi. Saringan yang saya buat menggunakan 25 cm untuk ijuk dan arang aktif / arang batok kelapanya. Dimana salah satu kegunaan dari arang aktif tersebut adalah untuk mengurangi / menghilangkan bau yang ada pada air. Sekedar informasi, bila ternyata masalah yang anda hadapi cukup berat, anda dapat mencoba dengan menambahkan satu buah lapisan batu zeolit.

Setelah saringan dibuat, cobalah masukkan air yang akan disaring. Hasilnya sangat menakjubkan. Saringan yang kita buat dengan bahan dan alat-alat sederhana tadi ternyata mampu secara efektif mampu mengubah air yang tadinya keruh, kuning atau bahkan hitam dan berbau tak sedap sekalipun akan menjadi jernih dan tanpa bau setelah melewati saringan ini. Memang pada awalnya tidak terlalu jernih, tetapi lama-kelamaan (± 10 menit) air yang dihasilkan akan menjadi jernih/bening. Meskipun demikian, saringan ini tidak dapat mengatasi kandungan kadar garam / rasa asin yang ada di dalam air sumber / sumur yang kita miliki. Masalah kandungan garam tersebut hanya dapat diatasi dengan melakukan proses destilasi atau mendapatkan air bersih dari air laut / air asin / air garam.

Selama pemakaian saringan jagalah agar debit air yang masuk tidak melebihi debit air yang keluar. Sebab jika tidak saringan akan penuh dan bisa meluber keluar. Untuk mengatasinya anda harus melakukan trial dan error. Hal ini bisa dilakukan dengan mengecilkan debit air yang masuk ke dalam saringan, atau pilihan kedua : memperbesar debit air yang keluar dari saringan. Sebagai masukan, kapasitas debit air yang keluar dari saringan dipengaruhi juga oleh luas penampang saringan, ukuran besar/kecilnya saluran keluar air dan bahan-bahan saringan yang digunakan.

Sekalipun air hasil penyaringan telah jernih, bukan berarti air tersebut telah bebas dari kuman penyakit. Sebelum air dikonsumsi sebaiknya air dimasak hingga mendidih terlebih dahulu atau mungkin anda dapat melakukan disinfeksi/menghilangkan kuman dengan cara sederhana lainnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar